Metode Cre LoxP dalam Rekombinasi DNA yang bersifat site specific

Metode atau sistim Cre LoxP adalah jenis rekombinasi DNA yang disbeut sebagai site-specific recombination. Metode ini dikembangkan oleh Dr. Brian Sauer pada mulanya untuk mengaktifkan ekspresi gegen mamalia pada kultur sel maupun tikus percobaan. Cre-Lox recombination adalah jenis rekombinasi yang memiliki target pada untaian DNA spesifik kemudian memotongnya dengan bantuan enzim yang disebut sebagai Cre recombinase. Metode ini hingga saat ini dinilai sebagai metode terbaik dalam percobaan yang menghubungkan genotipe (perubahan pada DNA) pada outcome biologis (fenotip).

 

Bagaiamana metode ini bekerja?

Sistem cre-lox ini bekerja dnegan mengguanakan beberapa perangkat genetik untuk mengontrol kejadian rekombinasi pada DNA. Dengan adanya sistem ini, peneliti kini dapat memanipulasi beragam organisme yang dimodifikasi secara genetika untuk:

  1. Mengatur ekspresi gen overexpression atau underexpression,
  2. Menghilangkan untaian DNA tertentu
  3. Dan mengubah susunan arsitektural dari kromosom.

 

Cre- adalah suatu protein enzim yangspesifik terdapat pada DNA. Enzim ini mengkatalisis rekomendasi DNA di antara sua lokasi yang spesifik sepanjang molekul DNA. Cre- dapat mengenali LoxP (Locus X-over P1 dengan untaian basa ATAACTTCGTATA -GCATACAT-TATACGAAGTTAT) yang memiliki tempat berikatan dengan Cre dimana proses rekombinasi terjadi. LoxP adalah untaian asam nukleat yang terdapat di dalam DNA. Saat sel memiliki LoxP pada untaian gene-nya juga mengekspresikan Cre, maka dapat dilakukan rekombinasi di antara kedua lokasi LoxP.  Saat proses ini berlangsung, untaian DNA akan dipotoong berdasarkan lokasi LoxP oleh protein Cre. Untaian tersebut kemudian digabungkan kembali dengan menggunakan enzim DNA ligase melalui proses yang cepat dan efisien. Hasil dari proses rekombinasi ini bergantung pada orientasi dari lokasi LoxP.

 

Site-specific recombination

Cre (cyclic recombinase) adalah enzim yang bekerja sebagai katalis. Sedangkan site specific recombinase adalah pemotongan DNA yang diperantarai oleh enzim dan pengikatan kembali dua untai deoxyncleotide. Proses ini terjadi dimulai dengan pengikatan protein rekombinasi pada target DNAnya. Rekombinase yang berbeda akan mengenal dan berikatan dengan dua lokasi rekombinasi pada dua molekul DNA yang berbeda atau pada DNA yang sama. Pada lokasi yang diinginkan, gugus hidroksil tirosin akan menyerang gugus fosfat pada DNA dengan menggunakan transesterifikasi langsung sehingga menghubungkan protein rekombinase pada DNA melalui ikatan fosfotirosin.

Pada kedua duplex DNA, pemotongan ini menyebabkan residu pada gugus OH menjadi bebas. Kompleks enzim-DNA kemudian masuk ke dalam fase intermediet sehingga memungkinkan pengikatan gugus OH 3’ pada satu untai DNA dengan gugus OH 5’ pada untai lainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: