Pertalian Antara Adipogenesis dan Inflamasi serta Peran PPAR gamma dalam Menjaga Keseimbangan

Sudah  menjadi rahasia umum bahwa kelebihan lemak dapat berdampak pada penyakit kardiovaskuler. Beberapa dekade lalu peneliti telah mengemukakan bahwa penyakit ini juga terkait dengan inflamasi. Dan beberapa teori bermunculan salah satunya adalah yang mengaitkan antara adipogenesis atau pembentukan jaringan adiposa dengan terjadinya inflamasi.

Penelitian yang dilakukan oleh beberapa pakar akhir-akhir ini makin mengarah pada kesimpulan bahwa jaringan adiposa merupakan jaringan yang aktif secara metabolik dan peningkatan jaringan ini dapat ikut meningkatkan status inflamasi di dalam tubuh seseorang. Teori ini kemudian didukung oleh fakta bahwa orang yang mengalami obesitas atau kelebihan masa lemak di dalam tubuhnya umumnya mengalami yang disebut dengan inflamasi sub-klinik. Jaringan adiposa atau jaringan lemak orang yang mengalami obesitas cenderung lebih mudah untuk menarik makrofag sehingga berdampak pada tingginya respon inflamasi. Beberapa studi penyebutkan bahwa kondisi ini dapat diatasi dengan penurunan berat badan.

PPAR gamma, yang semula diketahui memiliki fungsi dalam mengendalikan proses adipogenesis atau penumpukan lemak di dalam tubuh kini telah diteliti juga dapat menginduksi apoptosis pada sel makrofag yang terdapat di dalam jaringan adiposa. Hal ini kemudian memunculkan anggapan baru bahwa PPAR gamma mampu menekan sinyal inflamasi yang berkaitan dengan jaringan adiposa.

PPAR gamma dan aktivitas NFkB

Suatu hal yang menarik adalah aktivitas dari PPAR gamma akan menurun seiring bertambahnya usia seseorang seiring dengan peningkatan suatu protein yang disebut dengan NF-kB atau kappa-light-chain-enhancer of activated B cells. Protein ini merupakan protein yang dapat memberikan respon terhadap stress, radikal bebas, sitokin dan LDL yang teroksidasi. Protein ini penting bagi tubuh karena juga berperan terhadap peningkatan sistem imun terutama karena perannya juga sabagai pemberi respon terhadap hadirnya antigen bakteri dan virus. Ekspresi dari NF-kB dapat meningkatkan produksi molekul proinflamasi seerti sitokin, kemokin dan molekul adhesi sehingga dapat juga meningkatkan status inflamasi. Hal ini dibuktikan dari data yang menyebutkan bahwa gangguan pada NF-kB berkaitan dengan inflamasi. 

Salah satu treatment atau perlakuan yang telah diketahui dapat memodulasi atau memengaruhi kedua protein ini adalah pembatasan asupan kalori atau calorie restriction. Berdasarkan beberapa studi diketahui bahwa resktriksi kalori dapat meningkatkan aktivitas PPAR dna hal ini juga berkaitan dengan peningkatan kadar adiponektin. Mengingat adiponektin diketahui dapat menurunkan aktivitas dari NF-kB maka diperkirakan NF-kB dan PPAR dapat saling menekan aktivitas satu sama lain.


		

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: