Motivasi dan Prestasi Belajar

Oleh: Harry Freitag LM

Prestasi belajar anak di sekolah dapat dipengaruhi oleh beragam hal, antara lain kondisi kesehatan, tingkat intelejensia, kemampuan untuk menangkap materi yang diberikan, kondisi kejiwaan, dan lingkungan. Salah satu contoh pengaruh kondisi kesehatan terhadap prestasi belajar adalah kondisi hipotiroidisme. Hipotiroidisme dapat memengaruhi nilai IQ anak sehingga menyebabkan rendahnya prestasi belajar di sekolah. Anak yang lahir pada lingkungan yang kekurangan iodium akan memiliki gangguan pada kemampuan bahasa, ingatan, pemikiran konseptual, penjelasan numerik dan kemampuan motorik.

Kondisi otak sebagai pusat pengaturan sistem saraf dan kecerdasan juga memegang peranan penting dalam memacu prestasi anak. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas otak adalah dengan jalan pemberian motivasi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Locke dan Braver (2008) membuktikan hal ini. Mereka melakukan analisis terhadap dampak pemberian motivasi dalam bentuk insentif atau hadiah terhadap akivitas otak manusia. Dari penelitian itu dikatahui bahwa pemberian insentif tertentu pada seseorang berhubungan dengan performa serta kontrol terhadap fungsi kognitif yang lebih baik.

Saat subyek penelitian diberikan insentif, terjadi aktivitas pada suatu jaringan termasuk Right Lateral Prefrontal Cortec (seperti regio superior, dorsolateral, ventrolateral dan posterior), cortex parietal kanan, dorsal medial frontal cortex dan cerebellum kiri. Jaringan sistem saraf ini mampu membentuk sistem kerja memori dan pengaturan kognitif. Peningkatan yang terjadi pada Right Lateral Prefrontal Cortec (RLPFC) pada pemberian motivasi melalui insentif dapat memungkinkan subyek penelitian untuk menghindari gangguan konsentrasi sehingga membuat orang tersebut memberi respon lebih cepat dan benar. Bagian prefrontal cortex ini akan memengaruhi kemampuan otak untuk fungsi working memory. Working memory adalah kombinasi dari perhatian, konsentrasi dan memori jangka pendek. Variasi working memory akan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menjaga dan memanipulasi informasi yang dibutuhkan seseorang di dalam pikirannya. Karena working memory membutuhkan keaktifan dan tingkat kesadaran yang baik, maka working memory sering disebut dengan explicit dan declarative memory system. Cerebellum kiri juga mengalami peningkatan aktivitas pada pemberian insentif. Peningkatakan aktivitas pada bagian ini penting untuk memaksimalkan penerimaan anak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Pendapat ini didukung oleh perkiraan bahwa cerebellum memiliki kontribusi yang penting pada verbal working memory, juga merupakan bagian otak yang bekerja sebagai pendeteksi kesalahan. Selain itu, cerebellum merupakan salah satu tempat fungsi precedural memory dimana akan diatur kemampuan mengingat seseorang dari satuan menit hingga tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: