Perubahan hormonal pada Kondisi Malnutrisi (Energi dan Protein)

Oleh: Harry Freitag LM

Salah satu bagian yang tak terpisahkan dalam proses adaptasi metabolik adalah hormon. Kadar hormon dalam sirkulasi tidak selalu menunjukkan perubahan yang signifikan pada pasien dengan gizi buruk. Hal ini disebabkan oleh respon seluler terhadap rangsangan hormon yang berubah. Perubahan tersebut dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan energi dengan melakukan peningkatan glikolisis dan lipolisis, peningkatan mobilisasi asam amino, peningkatan penghancuran protein otot untuk penghematan protein visceral, penurunan penyimpanan glikogen, lemak dan protein serta penurunan metabolisme energi.

Penurunan asupan makanan dapat menurunkan konsentrasi glukosa dan asam amino bebas plasma yang akan menyebabkan penurunan sekresi insulin serta peningkatan sekresi glukagon dan epinefrin. Keadaan rendahnya kadar asam amino dapat merangsang peningkatan sekresi hormon pertumbuhan dan mengurangi aktivitas  somatomedin. Stress yang diakibatkan oleh asupan makaan yang rendah yang disertai dengan demam, dehidrasi dan manifestasi infeksi lain akan merangsang pelepasan epinefrin dan kortikosteroid. Kadar insulin sirkulasi yang rendah dan kadar kortisol yang tinggi kemudian dapat menguangi sekresi somatomedin. Selain itu, pada kondisi kekurangan gizi terjadi peningkatan aktivitas monoiodinase yang akan mengurangi produksi triiodotironin. Kadar tiroksin juga akan mengalami penurunan karena ambilan iodin yang rendah oleh kelenjar tiroid. Penurunan kadar hormon tiroid aktif dapat mengurangi thermogenesisi dan konsumsi oksigen sehingga dapat menghemat pengeluaran energi.

Pelepasan hormon yang terkait dalam fungsi yang tidak berkaitan dengan pertumbuan seperti gonadotropin mengalami pengurangan. Beberapa peneliti menemukan bahwa perubahan dari kekurangan energi-protein menjadi kwashiorkor atau marasmus sebagian berkaitan dengan perbedaan respon adrenokortikal yang mana akan memberi respon yang baik dalam penghematan protein visceral sehingga penderita dapat beradaptasi terhadap kelaparan dengan lebih baik.

Referensi:

Reddy V. Protein-energy malnutrition: An overview. In: Harper AE, Davis GK, eds. Nutrition in Health and Disease and Industrial Development. New York: Alan R. Liss, 1981:227-35.

Comments
One Response to “Perubahan hormonal pada Kondisi Malnutrisi (Energi dan Protein)”
  1. Rofi Nur HP mengatakan:

    harry aq lagi cari jurnal yg berhub dg refeeding syndrome.. kalo bisa yg ada hubnya dg mikronutrien.. aq dah cari gak dapet yg bagus…
    Kalo kamu nemu yg bagus (full text) minta tlg kirim ke email aq n sms di nmr 085743493814.. tengkyu ya har…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: