Lemak bagi Diabetesi

Oleh: Harry Freitag LM

Asupan lemak yang dianjurkan adalah sebasar 20-25% dari kebutuhan kalori. Konsumsi lemak jenuh < 7%kebutuhan kalori, lemak tak jenuh ganda < 10%, selebihnya dari lemak tak jenuh tunggal. Konsumsi kolesterol dianjurkan < 300 mg. Sedangkan bagi penderita DM dengan dislipidemi dianjurkan konsumsi kolesterol dianjurkan < 200 mg (Hartono, 2007). Pembatasan lemak tak jenuh ganda disebabkan oleh tendensi jenis lemak ini untuk menurunkan kadar HDL serta kemudahan jenis lemak ini untuk mengalami oksidasi. Pemberian asam lemak esensial seperti omega-3 telah terbukti mampu menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar HDL. Asam lemak ini juga mampu menurunkan agregasi platelet yang potensial untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler (Anderson, 2006). Mengkonsumsi ikan yang kaya akan omega-3 sebanyak dua kali seminggu telah terbukti mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler (Burr et al., 1989)

Referensi

Anderson JW. Diabetes Mellitus: Medical Nutrition Therapy. Dalam : Modern Nutrition in Health and Disease, 10th Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 2006: 1052-1053.

Burr ML, Fehily AM, Gilbert JF. Lancet 1989;2:757-61

Hartono A. 2004. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: