Kemiskinan dan Status Gizi Masyarakat (Belajar dari Pengalaman Amerika Serikat)

Oleh: Harry Freitag LM

Pada tahun 1965, Jellife menyatakan bahwa masalah malnutrisi yang dihadapi oleh Amerika Serikat pada saat itu adalah gizi kurang, defisiensi zat gizi spesifik, gizi lebih dan ketidakseimbangan zat gizi. Dari masalah-masalah tersebut ternyata tingkat pendapatan dan pendidikan berperan penting.

Dampak Kemiskinan pada Pertumbuhan

Dampak kemisikinan pada pertumbuhan anak secara individual dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Gagal tumbuh dapat tumbuh dapat disebabkan oleh tidak cukupnya asupan makanan, pola asuh orang tua yang bermasalah(Pollitt, 1975; Karp, 1984) serta penyakit kronis (Bithony dan Dubowitz, 1986). Karena prevalesni masalah gagal tumbuh yang dapat terlihat pada anak saja maka parameter tersebut dapat digunakan sebagai penentu tingkat kesehatan dan kemakmuran suatu masyarakat (Gopalan, 1992).

 

Dampak Kemisinan pada Status zat gizi mikro

Berdasarkan survei nasional yang dilakukan di Amerika Serikat (Garn, 1975; US Department of Agriculture, Human Nutrition Information Service, 1987) dan penelitian pada kleompok yang lebih kecil (Scholl, 1987; Meyers et al., 1995), defisiensi zat gizi mikro merupakan hal sering ditemui pada anak yang miskin. Berdasarkan pengukuran secara biokimia dan dietary, anak yang berasal dari keluarga miskin cenderung mengalami defisiensi folat, asam askorbat dan beberapa kelompok vitamin B (Krebs-Smith, 1996; Alaimo et al., 1994; Johnson et al., 1994; Scholl dan Johnson, 2000).

 

Dampak Kemiskinan pada Status Gizi Lebih

Sebuah penelitian menemukan bahwa pada populasi miskin, ayah dan anak laki-laki memiliki berat badan yang lebih rendah dibandingkan ibu dan anak perempuan (Garn, 1975). Meksipun demikian Hofferth dan Curtin menunjukkan bahwa hubungan antara kemiskinan dan obesitas bukanlah sesuatu hubungan yang linear (Hofferth dan Curtin, 2003). Artinya keluarga yang memiliki memiliki penghasilan berlebih belum tentu mengalami obesitas. Mekipun demikian anak yang berasal dari keluarga dengan penghasilan tinggi lebih banyak yang mengalami kelebihan berat badan dibandingkan dengan anak yang berasal dari kelurga dengan penghasilan menengah dan menengah ke bawah.

 

Dampak kemiskinan pada Ketahanan Pangan

Ketahanan Pangan yang rendah ditentukan sebagai ketidakpastian untuk memiliki makanan yang cukup bagi pencukupan kebutuhan dasar untuk semua anggota keluarga karena keuangan yang tidak cukup atau ketidakcukupan sumber bahan makanan (Nord dan Bickel, 2000). Pada penelitian yang dilakukan di 6 kota di Amerika pada tahun 1998-2004 ditemukan bahwa anak yang hidup dalam kondisi ketahanan pangan yang kurang memiliki kesempatan sebanyak 90% untuk memiliki kondisi kesehatan yang buruk dibandingkan dengan anak yang hidup dalam kondisi ketahanan pangan yang baik (Neault dan Cook, 2004). Dengan kebijakan pemberian subsidi makanan yang dilakukan oleh Amerika Serikat pada saat itu, anak pada keluarga dengan ketahanan pangan yang rendah yang menerima subsidi memiliki kesempatan mengalami gizi kurang setengah kali lebih rendah dari anak pada keluarga dengan ketahanan pangan yang rendah yang tidak menerima subsidi.

 

Referensi

Jelliffe DB. The Assessment of Nutritional Status of the Community. World Health Organization monograph series no. 53. Geneva: World Health Organization, 1965.

Garn SM, Clark DC. Pediatrics 1975;56:306-19.

Pollitt E. Fed Proc 1975;34:1593-7.

Karp R, Snyder E, Fairorth et al. J Fam Pract 1984;18: 731-5.

Bithony WG, Dubowitz HG. Organic concomitants of nonorganic failure to thrive: implications for research. In: Drotar D, ed. New Directions in Failure to Thrive. New York: Plenum Press, 1986:47-56.

Gopalan C. Undernutrition: measurement and implication. In: Osmani SR, ed. Nutrition and Poverty. New York: Oxford University Press, 1992:17-48.

US Department of Agriculture, Human Nutrition Information Service. Nationwide Food Consumption Survey: Continuing Survey of Food Intakes by Lndividuals, Low-Income Women 19–50 years and Their Children 1-5 Years, 1 Day, 1986. NFCS, CFSII report no. 86-2. Hyattsville, MD: US Department of Agriculture, 1987.

Scholl TO, Karp RJ, Theophano J et al. Public Health Rep 1987; 102:278-83.

Meyers A, Frank D, Roos N et al. Arch Pediatr Adolesc Med 1995;149:1079-84.

Krebs-Smith SM, Cook DA, Subar AF et al. Arch Pediatr Adolesc Med 1996;150:81-6.

Alaimo K, McDowell MA, Breifel RR et al. Dietary Intake of Vitamins and Minerals, and Fiber of Persons Age 2 Months and over in the United States: Third National Health and Nutrition Examination Survey, Phase I, 1989-1991. Advance Data from Vital Statistics no. 258. Hyattsville, MD: National Center for Health Statistics, 1994.

Johnson RK, Guthrie H, Smicklas-Wright H et al. Public Health Rep 1994;109:414-20.

Scholl TO, Johnson WG. Am J Clin Nutr 2000;1[Suppl]: 1295S-303S.

Hofferth SL, Curtin S. Food programs and obesity among US children. Paper presented at Annual Meeting of Association for Public Policy Analysis and Management Nov 6-8, 2003.

Nord M, Bickel G. Measuring Children’s Food Insecurity in US Households, 1995-1999. Food Assistance and Nutrition research report no. 25. Washington, DC: Food and Rural Economics Division, Economic Research Service, US Department of Agriculture, 2000.

Neault N, Cook J. The Safety Net in Action: Protecting the Health and Nutrition of Young American Children. Report from a multi-site children’s health study. Boston: Children’s Sentinel Nutrition Assessment Program, 2004.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: