Kebutuhan Karbohidrat bagi Diabetesi

Oleh: Harry Freitag LM

Anjuran konsumsi karbohidrat adalah sebesar 45-64% dari total kebutuhan kalori. Pemilihan makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah memberikan keuntungan tambahan pada pengendalian glukosa darah daripada hanya berdasar jumlah asupan KH saja. Pada masa lampau rekomendasi pengurangan karbohidrat sederhana dilakukan secara ketat, namun saat ini rekomendasi tersebut berubah menjadi kurang dari 1/3 total asupan karbohidrat. Secara umum karbohirdat terbagi menjadi dua jenis yaitu karbohidrat sederhana dan karbohirdat kompleks. Pada pasien diabetes karbohidrat yang diutamakan adalah karbohidrat kompleks. Hal ini dikarenakan indeks glikemik yang cenderung tinggi pada karbohidrat kompleks. Indeks glikemik dipengaruhi beberapa hal seperti lemak, protein, serat larut air dan faktor seperti metode pengolahan dan cara memasak. Pada buah-buahan, derajat kematangan akan mempengaruhi indeks glikemik. Makanan yang memiliki rasio amylopectin dibandingkan amylosa dicerna lebih lama dibandingkan dengan yang sebaliknya (Anderson, 1999).

Pada individu yang mengalami diabetes dan dyslipidemia, memilih makanan dengan indeks glikemik rendah terbukti mampu memperbaiki kondisi yang sedang dialami. Studi meta-analsis terhadap delapan uji klinik acak terkontrol (Randomized Clinical Trial) menunjukkan bahwa diet yang rendah indeks glikemik mampu menurunkan kadar glukosa plasma secara signifikan serta hemoglobin A1c atau fructosamine pada individu diabetes. Selain itu, pada individu yang mengalami gangguan dyslipidemia, pemberian diit tersebut mampu menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL plasma (Anderson et al. 2004). Rekomendasi asupan serat untuk orang dengan diabetes sama dengan orang yang tidak diabetes yaitu 25-35 gram per hari. Di Indonesia anjuranya adalah kira-kira 25 garm per hari dengan mengutamakan serat larut.

Referensi

Anderson JW. 1999. Nutritional management of diabetes mellitus. In: Shils ME, Olson JA, Shike M et al., eds. Modern Nutrition in Health and Disease. 9th ed. Baltimore: Williams & Wilkins,1365-94.

Anderson JW, Randles KM, Kendall CWC et al. 2004. J Am Coll Nutr;23:5-17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: