Kanker dan Metabolisme Glukosa

Oleh: Harry Freitag LM

Intoleransi glukosa dan hiperglikemia sering ditemukan pada pasien dengan kanker (Kern dan Norton, 1988; Yoshikawa et al., 2001). Kontributor dari kondisi ini adalah peningkatan produksi glukosa endogen, peningkatan resistensi terhadap terhadap insulin baik eksogen maupun endogen serta pelepasan insulin yang tidak adekuat. Berbeda dengan individu yang mengalami kelaparan dimana penurunan berat badan berkaitan dengan pengurangan pergantian glukosa, pasien dengan kanker mengalami penurunan berat badan disertai dengan peningkatan pergantian glukosa. Namun, setelah mengalami reseksi pada jaringan tumor akan terjadi penurunan penggunaan glukosa secara signifikan. Kondisi ini akan berdampak pada sulitnya meningkatkan berat badan pada pasien dengan kanker bahkan ketika asupan gizi sudah adekuat.

Selain itu, pada pasien kanker juga terjadi peningkatan siklus metabolik yang tidak perlu seperti Siklus Cori. Siklus Cori berkontribusi terhadap metabolisme glukosa pada pasien kanker. Pada siklus cori, laktat terbentuk dengan oksidasi glukosa di otot dan sel darah merah yang kemudian dialirkan ke ginjal dan hati dimana metabolit ini akan diubah menjadi glukosa. Hal ini akan berdampak pada kehilangan ikatan fosfat energi tinggi pada setiap sklius cori yang terjadi. Sehingga akan banyak energi yang hilang secara percuma pada siklus ini.

Referensi

Kern KA, Norton JA. JPEN J Parenter Enteral Nutr 1988;12: 286-98.

Yoshikawa T, Noguchi Y, Doi C et al. Nutrition 2001;17:590-3.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: