Diit Pasien yang Menjalani Hemodialisis

Oleh: Harry Freitag LM

Proses dialisis menyebabkan pengurasan protein tubuh baik itu melalui dialisis peritoneal maupun hemodialisis. Sehingga diperlukan kompensasi asupan protein yang baik bagi pasien. Berdasarkan Wilkens (1999) pasien yang menjalani hemodialisis tiga kali setiap minggunya membutuhkan asupan protein harian sebanyak 1,2 g/Kg BB. Dan sebanyak 50% dari protein yang diberikan setiap harinya berasal dari protein dengan nilai biologis yang tinggi. Pengaturan ini penting mengingat pasien dengan kadar albumin yang rendah memiliki tingkat mortalitas yang lebih tinggi. Sedangkan hal yang harus dikontrol dari pasien dengan hemodialisis adalah kadar BUN dan kreatinin serum, gejala uremia, barat badan serta asupan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Pasien HD membutuhkan pembatasan asupan kalium yang bervariasi tergantung pada ukuran tubuh, kadar kalium tubuh, pengeluaran melalui urin dan frekuensi dialisis. Kemampuan tubuh dalam mengatur cairan dan natrium harus diperiksa terus menerus pada pasien ESRD melalui pengukuran tekanan darah, kehadiran edema, kadar natrium serum serta asupan. Kemudian asupan diit dan cairan dapat disesuaikan berdasarkan monitoring tersebut. Tidak semua pasien dengan ESRD membutuhkan pengaturan natrium dan cairan. Hanya pasien dengan tekanan darah tinggi dan udema yang membutuhkan pembatasan cairan dan natrium dengan ketat. Pada keseluruhan pasien, kebutuhan natrium harian adalah 2-3 gram. Pada pasien yang menjalani dialisis rutin, asupan natrium dan cairan diatur untuk menjaga penambahan berat badan sebanyak 2-3 kg (Oldenburg,1988) atau 2-5% (Sherman et al.,1995). Diit rendah natrium ini setara dengan penambahan garam dalam masakan namun menghindari bahan makanan yang mengandung garam dalam jumlah tinggi snack yg gurih, makanan kalengan, makanan asin.

Referensi

Oldenburg B. 1988. Factors influencing excessive thrist and fluid intakes in dyalisis patients, Dyalisis Transplant 17:21

Sherman RA et al. 1995. Interdialytic weight gain and nutrition parameters in chronic hemodialysis patients, AM J KidneyDis 25:579,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: