Diit pada Sindroma Nefrotik

Oleh: Harry Freitag LM

Tujuan utama dari terapi gizi medis pada pasien sindroma nefrotik adalah untuk mengatasi gejala yang terkait dengan sindroma tersebut yaitu udema, hipoalbuminemia dan hiperlipidemia. Selain itu terapi juga ditujuan untuk mengurangi progresifitas dari kegagalan ginjal dan menjaga simpanan zat gizi di dalam tubuh. Pasien yang telah jelas mengalami kekurangan protein dan akan berlanjut ke arah yang lebih buruk mungkin membutuhkan perpanjangan waktu dengan penanganan gizi yang ketat.

Diit yang diberikan pada pasien dengan sindroma nefrotik harus menyediakan protein dan energi yang cukup untuk menjaga keseimbangan nitrogen positif dan meningkatkan konsentrasi albumin plasma serta mengurangi udema. Meskipun demikian peningkatan albumin dan keseimbangan nitrogen jarang dapat dicapai karena pemberian diit tinggi protein juga sering disertai dengan peningkatan buangan protein melalui urin (Mitch, 1996).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian protein tinggi tidak selalu berkaitan dengan peningkatan albumin dan pengurangan udema. Sehingga untuk menjaga penggunaan protein yang optimal dibutuhkan protein yang bernilai biologis tinggi dan asupan energi harus mencapai 100 kcal/kgBB/hari untuk anak (Keysen, 1997). Edema, manifestasi klinis yang paling sering dijumpai pada penderita penyakit ini, menunjukkan kondisi tubuh yang kelebihan natrium. Karena tekanan onkotik pada volume darah dalam sirkulasi rendah akibat hipolabuminemia, volume darah yang bersirkulasi akan berkurang. Penurunan konsumsigaram yang berlebihan dan disertai dengan pemberian diuretik dapat memacu terjadinya tekanan darah rendah, coagulopathy dan gangguan fungsi renal. Sehingga kontrol udema pada pasien dengan penyakit ini tidak boleh dilakukan secara lengkap. Pemberian natrium sebaiknya dilakukan dengan pembatasan natrium sedang (3g/hari).

Konsekuensi penting dari terjadinya hiperkolesterolemia adalah kejadian penyakit kardiovaskuler. Meskipun kesimpulan bahwa pasien dengan sindroma nefrotik akan mengarah pada penyakit kardiovaskuler belum secara jelas didapatkan, pasien dengan sindroma nefrotik jangka panjang akan mengalami peningkatan risiko tersebut (Toto, 1996).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: