Diabetes dan Penyembuhan Luka

Oleh: Harry Freitag LM

Dampak buruk dari diabetes mellitus dapat terjadi secara akut, jangka panjang dan jangka pendek. Secara akut, diabetes mellitus dapat menyebabkan hiperglikemia berat, ketoasidosis dan hiperlipidemia berat. Efek samping jangka pendek dari diabetes mellitus adalah terjadinya keracunan polyol serta pembentukkan glikosilasi. Sedangkan efek jangka panjang dari diabetes mellitus adalah hipertensi, peningkatan serum insulin, fibrinogen, abnormalitas platelet, glikosilasi protein, leukosit abnormal disfungsi makrofag meningkatan oksidasi LDL dan disfungsi HDL yang akan berakhir dengan atherosklerosis.

Gangguan penyembuhan luka yang dapat terjadi pada pasien diabetes mellitus lebih terkait dengan efek diabetes jangka pendek yaitu keracunan polyol dan pembentukkan glikosilasi. Kedua efek tersebut merupakan efek langsung dari berlebihnya kadar gula darah plasma. Keracunan polyol merupakan penumpukkan hasil fermentasi glukosa menjadi sorbitol maupun fruktosa yang terdapat pada intraseluler. Kondisi ini berlangsung cepat namun lama terdegradasi. Pembentukkan polyol adalah sebagai berikut:

D-glukosa                           Sorbitol                         D-fruktosa

Aldose reductase

Hasil dari pembentukkan ini akan terakumulasi dan menyebabkan distensi sel dan bersifat toksik atau meracuni sel. Efek yang secara langsung dapat dirasakan dari penumpukkan polyol adalah pandangan kabur dan gangguan saraf perifer pada penderita diabetes mellitus (Anderson, 2006).

Selain penumpukkan polyol, pada pasien dengan diabetes mellitus terjadi peningkatan pembentukkan glikosilasi. Pada orang normal kondisi ini terjadi hanya sebanyak 6% namun pada individu dengan hiperglikemia kronik, kondisi glikosilasi dapat meingkat hingga 25%. Glikosilasi merupakan penggabungan gugus glukosa dan asam amino sehingga menghasilkan aldimine dan produk akhirnya adalah pembentukkan ketoamin yang stabil. Kondisi ini perlu mendapat perhatian mengingat reaksi ini dapat terjadi walau tanpa adanya enzim. Keadaan glikosilasi dapat menyebabkan:

  • Penebalan membran
  • Permeabilitas vaskuler
  • Defek mikrosirkulasi
  • Abnormalitas platelet
  • Abnormalitas leukosit
  • Abnormalitas eritrosit

Gangguan atau abnormalitas pada leukosit dan platelet menyebabkan tubuh kesulitan untuk melakukan penyembuhan luka dan pembentukkan jaringan baru. Hal ini menyebabkan luka sering dapat sulit sembuh bahkan dapat merusak jaringan/organ lain (Anderson, 2006).

Referensi

Anderson JW. Diabetes Mellitus: Medical Nutrition Therapy. Dalam : Modern Nutrition in Health and Disease, 10th Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 2006: 1052-1053.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: