AIDS dan Suplementasi Zn

Oleh: Harry Freitag LM

Karena Zinc (Zn) dibutuhkan dalam pembentukkan protein pengatur sistem imun dan untuk menjaga fungsi imun normal, statuz Zn yang rendah dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit infeksius seperti diare atau infkesi vakibat virus. Pada saat yang sama, infeks jangka panjang dan kronis dapat menurunkan konsentrasi Zn plasma sebagai hasil dari respon fase akut dan penggunaan Zn oleh hati dan jaringan lain. Pemberian lozengen Zn dalam 24 jam selama mengalami gejala demam dan setiap 2-3 jam setelah bangun terbukti dapat mengurangi penyakit influenza (common cold) (Jackson et al., 1997).

Metabolisme Zn juga terpengaruh pada Acquired Immunodeficiency Syndrome fase akhir. Peningkatan pembuangan Zn melalui diare dapat meningkatkan kebutuhan tubuh akan Zn pada pasien tersebut. Pemberian suplemen Zn dengan dosis 45 mg Zn perhari selama 1 bulan pada pasien dengan AIDS dapat menurunkan kejadian infeksi opportunistik (Kupka dan Fawzi, 2002). Meskipun demikian Human Immunodeficiency Virus (HIV) membutuhkan Zn untuk perkembangannya sehingga pemberian Zn kemungkinan dapat meningkatkan progresifitas dari penyakit tersebut. Karena hal tersebut, pemberian suplemen Zn pada pasien AIDS sebaiknya tidak melebihi batas atas toleransi hingga data mengenai asupan Zn yang optimal bagi orang dengan HIV diketahui.

Referensi

Jackson JL, Peterson C, Lesho E. Arch Intern Med 1997;157: 2373-6.

Kupka R, Fawzi W. Nutr Rev 2002;60:69-79.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: