RESISTENSI INSULIN DAN KANKER PAYUDARA

Kanker payudara dimediasi oleh faktor selain hormon seksual. Risiko kanker payudara tidak dapat dijelaskan sepenuhnya dengan perubahan estrogen dan hormone seksual lainnya jika hasil WINS meningjukkan bahwa diit mungkin memiliki efek yang lebih kuat pada kanker reseptor estrogen negatif. Mekanisme latinnya mungkin terkait dengan adipokin atau faktor seperti resistensi insulin, IGF-1 dan penanda inflamasi. Resistensi insulin, suatu patofisiologi sindroma metabolic merupakan hasil yang sering ditemukan dari obesitas.  Sebagai akibat dari kelebihan asam lemak, adiposity menunjukkan peningkatan aktivitas lipolisis dan peningkatan asam lemak bebas. Sejalan dengan pengurangan Tumor Necrosis Factor- a dan pelepasan adiponectin, perubahan ini akan mengarah kepada resistensi insulin dan hiperinsulinemia.

Peningkatan kadar insulin secara kronis mungkin dapat mengarah pada pertumbuhan tumor, resistensi insulin secara spesifik berhubungan dengan pertumbuhan kanker payudara. Peningkatan aktivitas insulin terkadang dapat meningkatkan IGF-1. Metode aksi insulin mungkin melalui sinyal langsung terhadap reseptorinsulin atau dengan mempengaruhi hormone seksual seperti androgen, progesterone dan estrogen. Karena IGF-1 dan insulin dipercayai merupakan faktor pertumbuhan, efek kombinasi dari perubahan ini pada menurunkan apoptosis normal dan memacu pembelahan sel.

Intervensi diit melalui diit rendah lemak, dapat diharapkan mengembalikan sensitifitas insulin dan menghalangi efek picu tumor dari insulin. Profil metabolik dari bagian peserta WINS diperiksa untuk mengetahui efek diit rendah lemak pada resistensi insulin. Bagian kelompok yang terdiri dari 53 wanita dari 3 uji klinis memiliki kadar insulin serum dan profil lipid yang meningkat pada nilai ambang  dan setelah 2 tahun. Dari subyek tersebut dengan resistensi insulin pada awal penelitian, setelah 1 tahun wanita pada kelompok intervensi mengalami penurunan insulin puasa 18 ± 34 µU/mL. Sebagai bandingan, insulin puasa pada kelompok kontrol mengalami penurunan sebanyak 13,8 ± 47 µU/mL. Meskipun demikian tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan setelah perlakuan atau pada kelompok yang menjalani intervensi dan kelompok kontrol.

Walaupun pengurangan berat badan yang sedang dapat memperbaiki sensitivitas insulin, yang akan mempengaruhi aksi promoter tumor seperti IGF-1. Penelitian ini mendukung penelitian lain seperti Diabetes Pervention Program dimana penurunan berat badan dapat membantu penurunan risiko diabetes mellitus dan WIH. Pada sebagian kelompok EHI, 2996 wanita paska menopause yang tidak memiliki sejarah penyakit kanker, peneliti menemukan bahwa peningkatan taktivitas fisik dan penurunan asupan kalori dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi insulin. Penelitian yang dilakukan oleh Shulman pada mekanisme resistensi insulin juga menunjukkan bahwa sensitifitas insulin meningkat setelah penurunan berat badan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: