DIIT RENDAH LEMAK DAN KEJADIAN KEMBALI KANKER PAYUDARA

Untuk menunjukkan peran pola makan yang sehat dalam pencegahan pembentukkan tumor, WINS meneliti hubungan antara pengurangan asupan lemak terhadap kejadian kembali kanker payudara. Penelitian teracak yang dimulai sejak tahun 1987 ini beranggoatakan 2437 orang wanita dengan usia 48 sampai 79 tahun dengan stase penyakit I dan II pada intervensi diit (n=975) dan control (n=1462). Penelitian ini mencakup intervensi diit intensif pada kelompok diit dan kelompok control yang menerima konseling gizi minimal. Sebagai syaratnya subyek harus memiliki beberapa kriteria seperti mengalami reseksi unilateral secara utuh pada karsinoma payudara invasif, batas asupan kalori dari lemak >20% dan kesesuaian terapi sistemik pada kondisinya . Pada dasarnya tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok usia, ukuran tumor, status nodal, tipe histologik tumor, pemberian kemoterapi sistemik, status reseptor estrogen atau status reseptor progesteron.

Berdasar hasil dari penelitian pendahuluan, penelitian WINS mengembangkan intervensi diit rendah lemak yang intensif dan individualis dengan target 15% energi dari lemak. Hasil penelitian pendahuluan tersebut menunjukkan bahwa subyek dapat mencapai pengurangan hingga 20% energi dari lemak per hari yang menjadi cukup untuk tujuan penelitian ini. Tujuannya bukanlah untuk mengurangi berat badan namun untuk mengurangi asupan lemak. Subyek menerima konseling dari registered dietitian yang menerima pelatihan untuk protocol dan topic termasuk wawancara motivasional. Konseling diberikan selama lebih dari 8 kali setiap 2 minggu sekali pada setiap individu yang diikuti oleh konseling individual setiap 3 bulan sekali. Tambahan sesi konseling kelompok setiap bulan diberikan untuk memacu perubahan perilaku. Wanita pada kelompok kontrol menghubungi dietitian setiap 3 bulan sekali. Asupan lemak dilaporkan sendiri oleh subyek penelitian. Saat awal, kelompok intervensi dan control mengkonsumsi energi dengan komposisi lemak kurang dari 30%. Setelah 12 bulan, asupan lemak berhasil diturunkan pada kelompok intervensi dengan rata-rata 20,3 ± 7,8% dari lemak. Disamping itu, kelompok kontrol hanya mengalami penurunan asupan energi dari lemak yang rendah 29,2 ± 8,2%. Kelompok intervensi menjaga pengurangan lemak ini selama lebih dari 5 tahun . Pengurangan lemak mengarah pada perubahan yang besar pada diit tanpa mempengaruhi asupan makanan. Wanita pada kelompok intervensi secara signifikan mengurangi asupan lemak, minyak dan makanan manis serta dapat membuat keputusan pemilihan bahan makanan yang baik. Persentase asupan buah seperti apel, pear dan pisang meningkat pada subyek kelompok intervensi. Selanjutnya, berdasarkan analisis asam lemak serum dikathui bahwa kelompok tersebut juga mengalami perbaikkan profil asam lemak dengan penggunaan minyak nabati.

Walaupun penurunan berat badan bukanlah tujuan dari penelitian ini, setelah 6 bulan, tubuh kelompok intervensi berkurang secara signifikan (P=0,005) dibandingkan dengan kelompok kontrol yang umumnya mengalami peningkatan berat badan. Perubahan berat badan menunjukkan pada kemungkinan bahwa wanita pada kelompok intervensi menerapkan diit rendah lemak dengan berhasil. Hasil-hasil tersebut menunjukkan hipothesis awal bahwa penguranagn lemak diit meningkatkan ketahanan pada wanita paska menopouse dengan kanker payudara yang terresesi pada stage awal yang menerima manajemen kanker standar. Setelah follow-up selama 60 bulan, ketahanan pasien kanker payudara 24% lebih tinggi pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Sebagai tambahan, intervensi diit pada kelompok dengan reseptor hormon negatif memiliki tingkat ketahanan yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok reseptor hormonal positif. Tingkat ketahanan lebih tinggi 42% dibandingkan dengan kelompok kontrol serta tingkat ketahanan setelah 8 tahun adalah 9,5%. Penemuan ini sesuai dengan penelitian Women’s Health Initiative dan Nurse’s Health Study. Walaupun hasil ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut, efek diit pada penyakit reseptor estrogen negative dapat memberikan pilihan terapi kepada wanita yang tidak dapat memperoleh manfaat dari terapi seperti aromatase inhibitor, trastuzumab dan kemoterapi yang lebih efektif pada kelompok tertentu (misalnya wanita dengan tumor estrogen reseptor positif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: