APAKAH REMAJA DAPAT MENGALAMI SINDROMA METABOLIK?

Oleh: Harry Freitag L.M., S.Gz

Komponen dari sindroma metabolik yang terjadi pada orang dewasa telah ditemukan juga pada anak dan remaja oleh Jiang et al. (1995), Caprio et al. (1996), Mo-suwan dan Label (1996) serta Arslanian dan Suprasongsin (1996). Walaupun belum ditetapkan kesepakatan mengenai pengertian dari sindroma metabolik tersebut (Jessup dan Harrell, 2005) penelitian mengenai sindroma metabolik pada remaja dan anak yang obesitas seperti yang dilakukan oleh Weiss et al. (2004), dan Cruz et al. (2004) telah menggunakan acuan ATP III mengenai kriteria sindroma metabolik pada orang dewasa.

  Variabilitas definisi sindroma metabolik ini disebabkan oleh perubahan yang terjadi selama masa pertumbuhan selama masa kanak-kanak hingga remaja. Acuan untuk faktor-faktor seperti tekanan darah, berat badan, tinggi badan dan indeks masa tubuh akan berbeda antara  anak laki-laki dan perempuan (Jessup dan Harrell, 2005).

Sindroma metabolik yang terjadi pada remaja yang diinduksi oleh peningkatan lemak tubuh telah diketahui memiliki efek terhadap hormon pertumbuhan, insulin like growth factor-1 (IGF-1) dan insulin like growth factor binding protein (IGRBP). Peningkatan rasio IGF-1 bebas terhadap total yang ditunjukkan oleh subyek yang obes akan menurunkan kadar hormon pertumbuhan. Hal ini menjelaskan mengenai alasan mengapa pada subjek yang obes tidak terjadi growth spurt. Pengurangan ini memiliki implikasi terhadap resistensi insulin yang terjadi pada remaja obes karena hormon pertumbuhan memiliki efek antiinsulin (Attia et al., 1998).

Gangguan berupa resistensi insulin yang terjadi pada orang dengan sindroma metabolik tidak hanya terdapat pada otot skelet saja. Salmenniemi et al. (2004) menemukan bahwa resistensi insulin ini juga terjadi pada jaringan adiposa, hal ini akan berdampak pada gangguan metabolisme glukosa dan energi, hypoadenopectinemia, dan peningkatan kadar sitokin proinflamasi dan molekul adhesi. Penemuan ini merupakan petunjuk penting mengenai hubungan antara sindroma metabolik dan penyakit kardiovaskuler.

Terdapat bermacam etiologi yang menghubungkan antara obesitas dan resistensi insulin. Asam lemak bebas yang dilepaskan oleh sel adiposit akan menyebabkan resistensi insulin di hati dan otot dimana fenomena ini sering disebut dengan ”lipotoxicity” (Kahn dan Flier, 2000). Jaringan adiposa melepaskan hormon adiponectin yang meningkatkan sensitifitas insulin akan berkurang pada orang obes (Goldfine dan Kahn, 2003). Hormon resistin yang juga dikeluarkan oleh adiposa juga dapat berakibat pada resistensi insulin di sel hepar. Selain itu jaringan ini juga mensekresikan sitokin seperti tumor necrosis factor– α dan IL-6 yang menginduksi resistensi insulin dan berhubungan dengan sindroma metabolik (Rangwala et al., 2004).

Penelitian yang dilakukan oleh Boney (2004) menunjukkan bahwa  anak-anak dengan masa gestasi yang panjang (long gestational age) terpapar lingkungan intrauterin yang diabetes ataupun obesitas (ibu yang menderita diabetes maupun obesitas) akan mengalami peningkatan resiko kejadian sindroma metabolik. Anak-anak yang termasuk pada LGA (long gestational age) memiliki resiko 2 kali menderita sindroma metabolik, begitu pula dengan anak yang memiliki ibu yang obesitas.

Referensi:

Arslanian, S. & Suprasongsin,C. 1996. Insulin sensitivity, lipids, and body composition in childhood:Is syndrome x present? Journal of Clinical Endocrinology Metabolism 81,1058-1062.

Attia, N., et al. 1998. The metabolic syndrome and insulin-like growth factor I regulation in adolescent obesity. Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, 83, 1467-1471.

Boney, C.M., Verma, A., Tucker, R. & Vohr, B.R. 2004. Metabolic syndrome in childhood: Association with birth weight, maternal obesity, and gestational diabetes mellitus. Pediatrics, 115,  290-296.

Caprio, S., Bronson, M., Sherwin R.S., Rife F. & Tamborlane, W.V. 1996. Co-existence of severe insulin resistance and hyperinsulinemia in preadolescent obese children. Diabetologa, 39, 1489-1479.

Cruz, M.L., Weigensberg, M.J., Huang,T.T., Ball, G., Shaibi, G.Q. & Goran, M.I. 2004. The Metabolic syndrome of overweight Hispanic youth and the role of insulin sensitivity. Journal of Clinical Endocrinology Metabolism, 89, 108-113.

Jessup, A., Harrell, J.S. 2005. The metabolic syndrome: Look for it in children and adolescent, too! Clinical Diabetes, 23, 26-32.

Jiang,X., Srinivasan, S.R., Webber L.S., Watigney, W.A., Berenson, G.S. 1995. Association of fasting insulin level with serum lipid and lipoprotein levels in children, adolescent, and young adults: the Bogalusa Heart Study. Arch Intern Med., 155, 190-196.

Kahn, B.B. & Flier, J.S. 2000. Obesity and insulin resistance. J Clin Invest, 106, 473–481.

Mo-Suwan, L. & Label, L. 1996. Risk factor for cardiovascular disease in obese and normal scholl children: association of insulin with other cardiovascular risk factor. Biomedical Environment Science, 9, 269-275.

Rangwala, S.M., et al. 2004. Abnormal glucose homeostasis due to chronic hyperresistinemia. Diabetes, 53, 1937–1941.

Salmenniemi, U., dkk. 2004. Multiple abnormalities in glucose and energy metabolism and coordinated changes in level of adinopectin, cytokines, and adhesion molecules in subjects with metabolic syndrome. Pediatrics, 110,  3842-3848.

 Weiss, R., dkk. 2004. Obesity and metabolic syndrome in Children and adolescent. New England Journal of Medicine, 350, 2362-2374.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: