ABSORBSI MAGNESIUM

Oleh: Harry Freitag L.M., S.Gz

Magnesium merupakan zat gizi yang memegang peranan penting dalam reaksi biologis dasar manusia. Mineral ini akan terikat dengan molekul organik dan berperan dalam lebih dari 300 jenis reaksi metabolik. Magnesium terlibat dalam jalur glikolisis dan siklus krebs yang merupakan jalur metabolisme glukosa, selain itu magnesium juga dibutuhkan untuk metabolisme lemak, aktivasi asam amino melalui RNA dan DNA polymerase, reaksi transketolase yang melibatkan tiamin dan transfer CO2 pada biotin reaksi karboksilasi (Shils, 2000). Magnesium penting untuk pembentukkan cAMP yang akan berpengaruh pada kerja hormon paratiroid (Abe et al., 1978). Magnesium merupakan mineral divalen yang jumlahnya paling banyak di dalam tubuh. Di dalam tulang zat ini menduduki prosentase terbanyak yaitu 53% sedang otot 27%, disusul jaringan lunak 19%, jaringan adiposa 0,012%, eritrosit 0,5% dan serum 0,3% (Shils, 1999).

Berdasarkan AKG 2004 Kebutuhan Magnesium remaja putri yang berusia 13-15 tahun adalah 230 mg/hari sedangkan berdasarkan DRI (Dietary Reference Intakes) kebutuhan magnesium remaja putri 13 tahun adalah 240 mg/hari dan yang berusia 14-18 tahun adalah 360 mg/hari. Berdasarkan pola makan yang dimiliki oleh orang Amerika Serikat diketahui bahwa sayuran, buah-buahan, padi-padian, dan produk hewani masing-masing memberikan kontribusi 16% terhadap asupan magnesium, sedangkan produk olahan susu memberikan kontribusi 20% (Shils, 1999).

Buah-buahan, sayuran berdaun hijau, biji-bijian utuh dan kacang-kacangan merupakan sumber utama magnesium (Song et al., 2004). Magnesium merupakan mineral ion yang menyusun klorofil sehingga sayur-sayuran merupakan sumber magnesium yang penting (Shils, 1994). Makanan seperti padi-padian yang unpolished, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran berdaun hijau memiliki kandungan magnesium yang tinggi. Sedangkan daging, buah-buahan dan produk olahan susu memiliki kandungan menengah. Makanan terproses kebanyakkan memiliki kandungan magnesium yang paling rendah. Survei yang dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan terproses dapat menurunkan asupan magnesium hingga 75% (Marier, 1986).

Bioavailabilitas magnesium dapat dipengaruhi oleh zat gizi lainnya. Pola makan tinggi serat yang berasal dari buah-buahan, sayuran, dan padi-padian akan menguangi absorbsi magnesium fraksional. Walaupun diet yang tinggi sayuran memiliki kandungan magnesium yang tinggi. Magnesium yang terserap akan berkurang karena pengaruh serat pangan. Tidak hanya itu, asam fitat mungkin dapat mengurangi absorbsi magnesium karena berikatan dengan Mg pada gugus fosfatnya (Franz, 1989). Diet tinggi fosfat mampu mengurangi absorbsi magnesium. Protein dapat mempengaruhi absorbsi magnesium intestinal. Absorbsi magnesium rendah saat asupan protein kurang dari 30 gr perhari (Hunt dan Schofield, 1969).

Absorbsi magnesium pada orang sehat dipengaruhi oleh konsentrasi magnesium dalam bahan makanan dan kehadiran komponen pemicu atau penghambat absorbsi (Shils, 1999). Absorbsi dimulai setelah satu jam kemudian masuk pada fase stabilisasi dimana absorbsi berlangsung 4-6% per jam. Fase ini berada 2-8 jam setelah makan kemudian akan mengalami penurunan absorbsi hingga jam ke sepuluh (Graham et al., 1960).

Pada orang dewasa rata-rata absorbsi diperkirakan 21% pada pria dan 27% pada wanita (Lakshmann et al., 1984). Magnesium diserap di sepanjang usus termasuk kolon pada tikus dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa absorbsi kolon adalah yang terbesar. Hasil penelitian yang lain juga menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan penyerapan di kolon pada manusia (Kayne dan Lee, 1993). Studi jangka panjang pada individu yang sehat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara peningkatan asupan kalsium oral terhadap absorbsi atau retensi magnesium (Shils, 1999). Penelitian lain menunjukkan bahwa terjadi penurunan absorbsi magnesium pada kadar fosfat yang tinggi, namun hasil ini masih belum konsisten (Hardwick et al., 1991). Peningkatan asupan zink akan menurunkan absorbsi dan keseimbangan magnesium (Shils, 1999). Kekurangan vitamin B6 yang terjadi pada wanita akan berpengaruh pada keseimbangan magnesium negatif karena akan meningkatkan sekresinya melalui urin (Turnlund et al., 1992). Peningkatan asupan serat akan menurunkan absorbsi magnesium pada manusia (Fine et al., 1991).

 

Referensi:

Abe, M. & Sherwood, L.M. 1978. Regulation of parathyroid hormone secretion by adrenyl cyclase. Biochem Biophys Res Commun., 48, 396-401.

Fine K.D., Santa Ana, C.A., & Fordtran, J.S. 1991. Diagnosis of magnesium-induced diarrhea. N Engl J Med., 324, 1012-1017.

Franz, K.B. 1989. Influence of phosphorus on Intestinal absorbtion of calcium and magnesium. In: Magnesium in Health and Disease (Itokawa, Y. dan Durlach, J. eds.) London : John Libbey & Co.

Graham, L.A., Caesar, J.J., & Burgen, A.S.U. 1960. Gastrointestinal absorption and excretion of 28 Mg in man. Metab Clin Exp., 9, 646-659.

Hardwick, L.J., Jones, M.R., Brautbar, N., et al. 1991. Magnesium absorption: mechanisms and the influence of vitamin D, calcium and phosphate. Journal Nutrition, 121, 13-23.

Hunt, M.S. & Schofield, F. A. 1969. Magnesium balance and protein intake level in adult human females. American Journal of Clinical Nutrition, 22, 367-373.

Kayne, L.H. & Lee, D.B.N. 1993. Intestinal magnesium absorption. Miner Electrolyte Metab., 19, 210-217.

Marier, J.R. 1986. Magnesium content of the food supply in the modern-day world. Magnesium, 5, 1-8.

Shils, M.E. 1990. Magneisum dalam Present Knowledge in Nutrition Sixth Edition. Washington, D.C : ILSI .

Song,W., Manson, J.E., Buring, J.E. & Liu, S. 2004. Dietary Magnesium Intake in Relation to Plasma Insulin Levels and Risk of Type 2 Diabetes in Women. Diabetes Case, 27, 59-64

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: